Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Bahasa Inggris


BAB I
Pengertian Tenses

Kata tenses berasal dari kata tempus (bahasa latin) yang berarti waktu atau time dan diperoleh melalui bahasa perancis yaitu temps.
Tenses adalah suatu bentuk kata kerja dalam tata bahasa yang menunjukkan waktu terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa dan tahap penyelesaiannya. Tenses amatlah besar peranannya dalam suatu kalimat karena dengan adanya tenses maka kita dapat mengetahui kapan terjadinya suatu peristiwa atau perbuatan

(drs aditya wijaya-drs a arya wiranto, penerbit  giri utama surabaya)

Tenses merupakan bentuk waktu yang sangat penting untuk memperdalam bahasa inggris, karena membantu kita dalam menggunakan kalimat dengan baik, terutama dalam pemakaian kata kerjanya.
Di dalam aturan bahasa inggris kata kerjanya memiliki tiga bentuk dan masing-masing bentuk disesuaikan dengan penggunaannya karena dalam bahasa inngris bentuk waktu digunakan untuk menyatakan tiga kejadian. Kejadian itu antara lain
a)      Kejadian masa lampau
b)      Kejadian sekarang
c)       Kejadian masa yang akan datang
Pada dasarnya kata kerja yang akan dipakai pada saat menyatakan kejadian masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang adalah tidak sama, oleh karena itu pengertian mengenai tenses sangat penting untuk dipahami. Dalam bahasa inggris tenses ini biasa dikenal dengan sebutan “ 16 bentuk waktu”.
M abdar sulthoni s dan trinkurnia penerbit garda media






BAB II
   Macam –macam Tenses

Tenses 16 bentuk waktu
A.      PRESENT TENSE
1.       Simple present tense (waktu hari ini sederhana)
Setiap pekerjaan yang berlaku masa hari ini, atau menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau kejadian yang berulang kali, atau merupakan kebiasaan sehari-hari.
Rumus:
S+ To Be(am/is/are)+....
S+ Verb bentuk I +(S/ES)+....
2.       Present continuous tense (waktu berlangsung sekarang)
Untuk menyatakan suatu kejadian/perbuatan/pekerjaan yang sedang berlangsung(terjadi) pada saat sekarang (waktu berbicara)
Rumus:
S+ To Be(am/is/are) +verb bentuk I(Ing)+....
3.       Present perfect tense (waktu sempurna sekarang)
Masa hari ini dalam bentuk telah selesai, dipergunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi waktu lampau dan masih ada hubungannya dengan sekarang, atau untuk menunjukkan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang singkat (baru selesai).
Rumus:
S+ Havs/has+been+....
S=Have/has+Verb bentuk III+....
4.       Present perfect continuous tense (waktu berlangsung sempurna sekarang)
Untuk membentuk kalimat (interrogative)maka have/has diletakkan dimuka subjek.
Rumus:
S+Have/has+been+verb bentuk I (Ing)+....

B.      PAST TENSE
5.       Simple past tense (waktu lampau sederhana)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/kejadian yang terjadi pada waktu lampau/telah lewat dan waktu terjadinya diketahui.
Rumus:
S+To Be(was/were)+....
S+Verb bentuk II+....
6.       Past Continuous Tense (Waktu Sedang berlangsung sederhana)
Untuk menyatakan suatu perbuatan atau kejadian yang sedang berlangsung pada waktu lampau ketika kejadian/ peristiwa lain terjadi.
Rumus :
S + To be(Was/were) + Verb Bentuk I (ing) + ...
7.       Past Perfect Tense (Waktu sempurna lampau)
Untuk menyatakan suatu perbuatan atau kejadian yang sudah selesai dilakukan pada waktu lampau, atau menjelaskan suatu peristiwa yang lebih dulu terjadi dari dua kejadian yang dibicarakan
Rumus :
a.       S + Had + been + ...
b.      S + Had + Verb bentuk III +....
8.       Past perfect continuous tense (waktu berlangsung sempurna lampau)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/kejadian yang sudah dimulai pada waktu lampau dan masih berlangsung pada waktu lampau juga.
Rumus:
S + Had + been + Verb bentuk I (Ing) +...
C.      FUTURE TENSE
9.       Simple future tense (waktu akan datang sederhana)
Untuk menyatakan suatu perbuatan / kejadian yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.
Rumus :
S + Shall/will + be + ...
S + shall / will + Verb bentuk I + ...
10.   Future continuous tense (waktu berlangsung akan datang)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/kejadian yang akan sedang terjadi pada waktu yang akan datang.
Rumus :
S + Shall/will +be + Verb bentuk I (Ing) +...
11.   Future Perfect Tense (waktu sempurna akan datang)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/kejadian yang sudah dimulai pada waktu lampau dan segera selesai pada waktu yang akan datang
Rumus :
S + Shall/will + have + been
S + Shall/will + have + Verb Bentuk III + ...
12.   Future Perfect Continuous Tense (Waktu berlangsung sempurna akan datang)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang sudah dimulai pada waktu lampau dan masih ada kemungkinan untuk dilanjutkan pada waktu yang akan datang.
Rumus :
S + Shall/will +have + been + verb bentuk I (Ing) + ...
D.      PAST FUTURE TENSE
13.   Past future tense (akan datang di waktu lampau)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan terjadi di waktu lampau
Rumus :
S + Should/would + be + ....
S + Should/would +Verb bentuk I +...
14.   Past future continuous tense (waktu akan sedang terjadi diwaktu lampau)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/kejadian yang sedang terjadi di waktu lampau.
Rumus :
S + Should/would + be +Verb bentuk I (ing) +....
15.   Past future perfect tense (waktu akan sudah di waktu lampau)
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan sedang terjadi pada waktu lampau
Rumus :
S + Should/would +have +been +...
S + Should/would +have +Verb bentuk III +....

BAB III
Contoh – contoh kalimat pada Tenses

v  Contoh kalimat pada Simple present tense :
a.       Contoh pada kalimat nominal
To be dipergunakan untuk membantu pembentukan kalimat pada kalimat yang tidak terdapat pada kata kerja. Atau pada kalimat setelah subjek datang langsung kata benda,kata sifat dan kata keterangan.
Untuk membentuk kalimat bertanya (interrogative) tobe diletakkan dimuka subjek.untuk membentuk kalimat menyangkal/meniadakan (negative maka setelah tobe ditambah NOT.
*      I am student
              (?)  Am I student?
              (-)  I am not student

*      They are diligent student
              (?) are the diligent student?
              (-) They are not diligent student

*      Febrina is proud girl
              (?) Is Febrina proud girl?
              (-) Febrina is not proud girl

b.      Contoh pada kalimat verbal
Semua kata kerja ditambah = s/es pada kalimat yang subjeknya orang ketiga tunggal (she-he-it), atau bilangan satu (tunggal).huruf = s/es= dihilangkan pada kata kerja yang subjeknya orang ketiga tunggal bila kalimat dalam bentuk tanya (interrogative) dan pada kalimat menyangkal (negative). Juga bila dalam kalimat terdapat kata bantu = CAN-MAY-MUST

*      He goes to Denpasar every day
(?) Does he go to Denpasar every day?

(-) He does not go to Denpasar every day

*      We study english every week
(?) Do we study English every week?

(-) we do not study English every week

*      She buys the pen
(?) Does she buys the pen ?

(-) She does not but the pen

v  Contoh kalimat pada present continuous tense:
Untuk membentuk kalimat tanya maka = am-is-are diletakkan di depan subjek. Untuk membentuk kalimat menyangkal maka setelah tobe =am-is-are ditambah NOT
*      I am eating rice now
(?) Am I eating rice now?
(-) I am not eating rice now
*      She is cooking in the kitchen
(?) Is she cooking in the kitchen
(-) She is not cooking in the kitchen
*      They are playing pingpong
(?) Are they playing pingpong?
(-) They are not playing pingpong
v  Contoh kalimat pada present perfect tense:
Untuk membentuk kalimat tanya maka have/has diletakkan dimuka subjek. Untuk membentuk kalimat menyangkal maka setelah have / has ditambah NOT
*      I have been long here
(?) Have I been long here
(-) I have been long here
*      They have met me
(?) Have they met me?
(-) They have not met me
*      He has helped me
(?) Has he helped me ?
(-) He has not helped me


v  Contoh kalimat pada present perfcet continuous tense :
*      I have been studying since morning
(?) Have I been studying since morning
(-) I have not been studying since morning
*      He has been staying here for two month
(?) Has been staying here for two month
(-) He has not been staying here for two month
*      Budi has been going to surabaya
(?) Has budi been going to surabaya
(-) Budi has not been going to surabaya
v  Contoh kalimat pada Past Tense :
Untuk membuat kalimat tanya maka ditambah DID dimuka subjek, dan kata kerjanya kembali ke bentuk pertama. Bila dalam kalimat telah terdapat kata bantu (was/were/could/might/must) maka hanya kata bantunya saja yang diletakkan dimuka subjek. Untuk membuat kalimat menyangkal maka setelah subjek sebelum predikat ditambah DID NOT dan kata kerjanya bentuk pertama
*      They were student last year
(?) Were they student last year?
(-) They were not student last year
*      I was hungry yesterday
(?) Was I hungry yesterday ?
(-) I was not hungry yesterday
*      Dira and hayun were lazy last night
(?) Where Dira and Hayun lazy last night
(-) Dira and Hayun were not lazy last night
v  Contoh kalimat pada past continuous tense :
Untuk membuat kalimat tanya tobe (was/were) letakkan dimuka subjek. Untuk membuat kalimat menyangkal maka setelah tobe (was/were) ditambah NOT
*      She was studying english when I Came
(?) Was she studying English when I came?
(-) She was not studying English when I came
*      When you met me, I was eating banana
(?) When you met me , was I eating banana?
(-) When you met me, I was not eating banana
*      Ardi was sleeping when I met him
(?) Was ardi sleeping when I met him?
(-) Ardi was not sleeping when I met him
v  Contoh kalimat pada past perfect tense :
Untuk membentuk kalimat tanya maka had diletakkan dimuka subjek. Untuk membuat kalimat menyangkal maka setelah had ditambah NOT
*      I had listen the radio when you came here
(?) Had I listened the radio when you came here?
(-) I had not listened the radio when you came here
*      The train had left before she came
(?) Had the train left before she came?
(-) The train had not left before she came
*      Ali had been at home after I went to solo
(?) Had Ali been at home after I went to Solo
(-) Ali had not been at home after I went to Solo
v  Contoh kalimat pada Past perfect continuous tense :
Untuk membuat kalimat tanya maka had diletakkan dimuka subjek, untuk membuat kalimat menyangkal maka setelah had ditambah NOT
*      You had been sleeping when i did my homework
(?) Had you been sleeping when I did my home work?
(-) You had not been sleeping when I did my home work
*      When I came here, He had been listening the radio
(?) When I came here had he been listening the radio?
(-) When I came here, He had not been listening the radio
*      She had been helping me when they went to school
(?) Had she been helping me when. They went to school?
(-) She had not been helping me when they went to school
v  Contoh kalimat pada simple future tense :
Untuk membuat kalimat tanya maka shall /will diletakkan dimuka subjek
*      We shall study english tomorrow
(?) Shall I go to school?
(-) I shall not go to scool
*      You will be here soon
(?) Will you be here soon?
(-) You will not be here soon
*      They will play foot ball next  week
(?) Will the play foot ball next week?
(-) They will not play foot ball next week
v  Contoh kalimat pada future continuous tense :
Untuk membentuk kalimat tamya maka Shall/will dietakkan dimuka subjek, untuk membentuk kalimat menyangkal maka setelah Shall/will ditambah NOT
*      Rudi will be teaching me at eight tomorrow
(?) Will Rudi be teaching me at eight tomorrow?
(-) Rudi Will not be teaching me at eight tomorrow
*      I shall be buying a book at seven to night
(?) Shall I buying a book at seven to night?
(-) I shall not be buying a book at seven to night
*      You will be going to school at six tomorrow morning
(?) Will you be going to school at six tomorrow morning?
(-) You will not be going to school at six tomorrow
v  Contoh kalimat pada future perfect tense :
*      The student will have been at classroom
(?) Will the student have been at classroom?
(-) The student will not have been at classroom
*      We shall have travelled to surabaya by the end of this year
(?) Shall we have travelled to Surabaya by the end of this year?
(-) We shall not have travelled to Surabaya by the end of this year
*      He will have finished his work by Sunday
(?) Will he have finished work by Sunday?
(-) He will not have finished his work by sunday
v  Contoh kalimat pada future perfect continuous tense :
*      I shall have been studying here for six years by the end of this year
(?) Shall I have been studying here for six years by the end of this year?
(-) I shall not have been studying here for six years by the end of this year
*      She will have been helping me for nine months by the end of this month
(?) will she have been helping me for nine months by the end of this month
(-) she will not have been helping me for nine months by the end of this month
*      You will have been working
(?)You will not have been working
(-)Will You have been working?


v  Contoh kalimat pada past future tense :
Untuk membentuk kalimat tanya maka should/would diletakkan dimuka subjek, untuk membentuk kalimat menyangkal maka sesudah should/would ditambah NOT
*      I should be here the day before
(?) Should I be here the day before?
(-) I should not be here the day before
*      They would meet me last night
(?) Would they meet me last night?
(-) They would not meet me last night
*      You would watch TV the week before
(?) Would you watch TV the week before
(-) You Would not watch TV the week before
v  Contoh kalimat pada past future continuous tense :
*      Merry would be buying a book at seven yesterday
(?) Would Merry be buying a book at seven yesterday?
(-) Merry would not be buying a book at seven yesterday
*      We should be playing pingpong on Friday last week
(?) Should we be playing pingpong on Friday last week?
(-) We Should not be playing pingpong on Friday last week
*      Father would be getting a letter in march last year
(?) Would father be getting a letter in march last year?
(-) Father would not be getting a letter in march last year
v  Contoh kalimat pada past future perfect tense :
*      You would have been clever if you studied hard
(?) Would you have been clever if you studied hard?
(-) You would not have been clever if you studied hard
*      He would have finished to studied if he had not been lazy
(?) would he havw finished to studied if he had not been lazy?
(-) He would have finished to studied if he had not been lazy
*      I should have given you if you had come to my house
(?) should I have given you if you had come to my house?
(-) I should not have given you if you had come to my house
v  Contoh kalimat pada past future perfect continuous tense :
*      He would have been teaching there for two years by last august
(?) would he have been teaching there two years by last august
(-) He would not have been teaching there two years by last august
*      I should have been leaving solo for five weeks by last march
(?) Should I have been leaving solo for five years by last march?
(-) I should not have been leaving Solo For five years by last march
*      I would have been swimming for 30 minutes
(?) Would You have been swimming for 30 minutes?
(-) I would not have been swimming for 30 minutes


                                               


Selasa, 22 November 2011

malakalah IBD 3


KATA PENGANTAR

Puji  dan syukur saya panjatkan  kepada Tuhan Yang Maha Esa,oleh karena rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah makalah tentang upaya melestarikan budaya bangsa ini dengan baik.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Muhammad Burhan Amin sebagai dosen mata kuliah IBD yang telah banyak memberikan informasi tentang seluk beluk dalam pembuatan makalah dan sekaligus saya ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua yang telah mendorong dan memberikan motivasi dalam pembuatan makalah ini.
Harapan saya, semoga makalah yang sederhana ini, dapat memberi kesadaran tersendiri bagi generasi muda dan memberikan manfaat serta tambahan pengetahuan dan semangat bagi rekan-rekan mahasiswa serta para pembaca .
Sadar  akan masih banyaknya  kekurangan dalam pembuatan makalah ini .Oleh sebab itu,kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan agar kedepannya kami mampu lebih baik lagi.

Jakarta, November  2011

Penyusun




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR...........................................................................................       1
DAFTAR ISI..........................................................................................................       2
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................       3
1.1        LATAR BELAKANG................................................................................       3
1.2        TUJUAN....................................................................................................       4
1.3        SASARAN.................................................................................................       4
BAB II PERMASALAHAN.................................................................................       5
2.1        KEKUATAN (STRENGHT)......................................................................       5
2.2        KELEMAHAN(WEAKNESS)...................................................................       5
2.3        PELUANG(OPPORTUNITY)...................................................................       6
2.4        TANTANGAN(TREATH).........................................................................       6
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI..............................................       7
3.1        KESIMPULAN..........................................................................................       7
3.2        REKOMENDASI.......................................................................................       7
3.3        REFERENSI...............................................................................................       8






BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara  cara tertentu membuat Dampak Positif dan Dampak Negatif nya sendiri Bagi Bangsa Indonesia. Terutama dalam Bidang Kebudayaan. Karena semakin terkikisnya nilai – nilai Budaya kita oleh pengaruh budaya Asing yang masuk ke Negara kita.
Oleh karena itu, untuk  meningkatkan ketahanan budaya bangsa, maka Pembangunan Nasional perlu bertitik-tolak dari upaya-upaya  pengem­bangan kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah kultural”. Pakem-pakem seni (lokal dan nasional) perlu tetap dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat. Melalui dekomposisi dan rekonstruksi, rekoreografi, renovasi, revitalisasi, refung­sionalisasi, disertai improvisasi dengan aneka hiasan, sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan karya-karya seni.  Di sinilah awal dari kesenian menjadi kekayaan budaya dan “modal sosial-kultural” masyarakat.
Dan kita sebagai rakyat Indonesia yang terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun, ternyata hanya bias mengelus dada. Lagi –lagi kita tak dapat berkutik. Bahkan ketika akhirnya pulau kita akhirnya jatuh ke Negara tetangga, kita pun tak dapat berbuat banyakmempertahankan nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan  yang bersifat dinamis, luwes dan selektif, serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang.

1.2. Tu            juan

Indonesia dengan letak geografis sebagi Negara kepulauan memiliki aneka ragam adat dan budaya daerah yang tersebar merata diseluruh tanah air. Bentuk geografis kepulauan ini di satu sisi juga perlu diwaspadai oleh para generasi muda akan pelestarian aneka ragam budayanya.
Salah satu tujuan diadakannya pelestarian budaya adalah juga untuk melakukan revitalisasi budaya (penguatan). Mengenai revitalisasi budaya Prof. A. Chaedar Alwasilah mengatakan adanya tiga langkah, yaitu :
1.      pemahaman untuk menimbulkan kesadaran
2.       perencanaan secara kolektif
3.       pembangkitan kreatifitas kebudyaaan.
Revitaliasasi kebudayaan dapat didefinisikan sebagai upaya yang terencana, sinambung, dan diniati agar nilai-nilai budaya itu bukan hanya dipahami oleh para pemiliknya, melainkan juga membangkitkan segala wujud kreativitas dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menghadapi berbagai tantangan. Demi revitalisasi maka ayat-ayat kebudayaan perlu dikaji ulang dan diberi tafsir baru. Tafsir baru akan mencerahkan manakala ada kaji banding secara kritis dengan berbagai budaya asing.
1.3. Sasaran
Ø  Menggali, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai jati diri dan kepribadian masyarakat di tengah-tengah pergaulan antar bangsa.
Ø  Terwujudnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan kebudayaan sehingga memiliki ketahanan dalam menghadapi pengaruh budaya yang negatif.
Ø  Terwujudnya industri dan karya budaya yang mengacu pada budaya bangsa, dan perlindungan hukum individual dan komunal.
Ø  Terwujudnya sikap saling menghargai dan menghormati di antara berbagai komunitas budaya untuk memperkukuh ikatan kebangsaan.
BAB II
PERMASALAHAN


2.1  Kekuatan (strenght)
  • Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain.
  • Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia
  • Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.
2.2  Kelemahan (weakness)

·                              masuknya budaya asing
Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar,  asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
·                              kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal
·                               Kurangnya pembelajaran budaya,.

2.3 Peluang (apportunity)
·      Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya
·                              Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
·                              Kemajuan Pariwisata
·                              Multikuturalisme


2.4  Tantangan (treath)
·      Seringnya terjadi interaksi negatif antar-budaya/kelompok masyarakat tertentu,  konflik antar-suku/etnis, efek negatif globalisasi dan maraknya aksi teror dapat memudarkan jati diri budaya bangsa
·      Keterbatasan sarana dan prasarana kesenian; menurunnya minat masyarakat dalam menonton kegiatan seni-budaya ; terjadinya pembajakan karya seni dan budaya dapat menghambat dan memudarkan potensi budaya lokal.
·      Masih maraknya kasus pencurian benda cagar budaya dan situs; serta tidak terawatnya bangunan bersejarah. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih kurangnya apresiasi, pemahaman, komitmen, dan kesadaran tentang arti pentingnya warisan budaya dengan berbagai kandungan nilai-nilai luhurnya.





BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1 Kesimpulan
Dari Penulisan Makalah ini saya dapat menyimpulkan Bahwa Perubahan Dinamis dan arus Globalisasi yang tinggi menyebabkan Masyarakat kita sebagai bangsa indonesia yang memiliki banyak dan beragam kebudayaan kurang memiliki kesadaran akan pentingnya peranan budaya lokal kita ini dalam memperkokoh ketahanan Budaya Bangsa. Padahal sesungguhnya Budaya Lokal yang kita miliki ini dapat menjadikan kita lebih bernilai dibandingkan bangsa lain karena betapa berharganya nilai – nilai budaya lokal yang ada di negara ini. Untuk itu seharusnya kita bisa lebih tanggap dan peduli lagi terhadap semua kebudayaan yang ada di indonesia ini. Selain itu kita harus memahami arti kebudayaan serta menjadikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa.Agar budaya kita tetap terjaga dan tidak diambil oleh bangsa lain

3.2 Rekomendasi
v  Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa
v  Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
v  Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
v  Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
3.3 Referensi






tugas ibd bab 9