Menulis Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah ialah sejenis karangan
ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja
disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan
tertentu.
v Macam - macam laporan ilmiah
- Laporan kemajuan
yaitu laporan yang disampaikan untuk
melihat perkembangan kemajuan atau langkah yang telah ditempuh,
untuk melihat kemungkinan munculnya kesulitan dan bagaimana
rencana antisipasinya.
- Laporan akhir
Laporan ini dapat didahului laporan
kemajuan untuk melihat pencapaian yang diperoleh antara yang dicerminkan
dalam usulan penelitian, laporan kemajuan, dan laporan akhir.
- Laporan berkala
Disusun untuk melihat suatu kinerja
yang melibatkan karakter keilmiahan, dalam suatu periode waktu tertentu
sehingga dapat diperoleh suatu gambaran dinamika dari periode yang satu
dengan periode lainnya.
- Laporan hasil uji
Laporan ini perlu juga menyertakan
rekomendasi, setelah disampaikan informasi ilmiah tentang sesuatu,
karena dimungkinkan akan menjadi dasar suatu kebijakan tertentu.
- Laporan Penelitian
Laporan yang diserahkan untuk memberi
tahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya dan diperoleh dari
percobaan, penyelidikan, kuesioner, data akumulasi, dan sebagainya.
- Laporan perjalanan
Laporan yang dibuat berdasarkan
pengalaman selama melakukan kunjungan atau perjalanan. Menurut medianya laporan
perjalanan dapat dibedakan menjadi laporan lisan dan laporan tertulis. Laporan
perjalanan dapat berupa surat, formulir, artikel, buku.
v Bentuk Laporan Ilmiah
- Laporan berbentuk Memo
Biasanya laporan pendek yang memuat hal
– hal pokok saja, dan beredar di kalangan intern organisasi.
- Laporan berbentuk Surat
Isinya lebih panjang daripada laporan
yang berbentuk memo, sekitar tiga lembar folio. Bisa ditujukan ke luar
organisasi.
- Laporan berbentuk naskah
Laporan ini bisa panjang atau pendek.
Bila panjang dibuat dalam format buku, dan dalam penyampaiannya mutlak
diperlukan surat atau memo pengantar.
- Laporan berbentuk Campuran
Laporan ini tidak lain gabungan antara
bentuk naskah dengan memo atau surat. Dibuat begini karena isinya cukup
kompleks sehingga harus dipadukan dengan bentuk naskah agar pengkodean bagian –
baiannya lebih mudah dilakukan.
- Laporan berbentuk formulir.
- Laporan berbentuk buku.
v Ciri-Ciri Penulisan Laporan Penelitian
Ada beberapa ciri penulisan laporan
penelitian, yaitu objektif, sistematis, jelas, terbuka, dan logis.
- Objektif, artinya penulis harus mengungkapkan apa adanya, dan tidak mengada-ada.
- Sistematis, artinya tulisan menurut alur pemahaman yang runtut dan berkesinambungan.
- Jelas, artinya segala informasi yang ditulis dapat mengungkapkan sesuatu secara jernih.
- Terbuka, artinya selalu dapat menerima pembaruan apabila ada pendapat baru yang lebih baik dan kebenarannya dapat teruji melalui kritik dari pihak lain.
- Logis, artinya keterangan yang diungkapkan harus memiliki argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat, runtut, dan nalar.
v Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
Pada intinya persyaratan bagi pembuat
laporan ilmiah sama seperti penulis karya tulis ilmiah , yaitu :
- Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan dan perlu pengetahuan dan pengalaman dari orang lain.
- Memiliki sifat tekun dan teliti.
Laporan yang baik tidak meninggalkan
pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik
dari pernyataan - pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Semua fakta harus
dicocokan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyatan salah, maka
ia akan meragukan sebuah isi laporan.
- Bersifat objektif.
Pernyataan yang dibuat harus kenyataan.
Kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan
rekomendasi itu bertentangan dengan yang diharapkan dan dapat merugikan diri
sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah 'mesin pemikir' yaitu bekerja tanpa
nafsu dan prasangka yang dapat membingungkan pengertiannya atau pernyataannya
tentang fakta.
- Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan
Laporan itu adalah sebuah analisis.
Pembuat laporan membagi - bagi subjek, memperlihatkan bagian - bagian yang
berbeda dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lainnya.
- Kemampuan mengatur fakta secara sistematis.
Penyajian laporan tidak harus
sistematis,mantik,supaya para pembaca tidak meragukan tentang suatu
penalarannya.
- Pengertian akan kebutuhan para pembaca.
Laporan disajikan untuk dibaca oleh
seseorang atau beberapa orang yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang
dibuang, istilah apa yang akan dipakai, apa yang memerlukan lukisan dan
penjelasan dan bagaimana menyusunnya, semua itu tergantung pembaca. Prinsip
utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan adalah bekerja secara
konstan untuk menghemat tenaga mental pembacanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar